DISTRIBUSI DATA
Asalamuallaikum, hay temen-etem,, gimana kabarnya ni,,kaliini saya akan posting lagi
materi ke-3 saya tentang matakuliah Statistika & Probalitas saya,, dengan BAB Distribusi
Data,, Langsung saja yaaaa :)
Distribusi
data : Pola atau model penyebaran yang
merupakan gambaran kondisi sekelompok data
Bentuk
Distribusi standart
Ć Simetris
Jika
penyebaran data sebela kiri dan kanan dari nilai rata-rata populasi adalah sama
Ć Menjulur ke
kanan
Jika
data mengumpul dinilai-nilai (yang besar disebelah kiri) dan sisanya (data denga nilai-nilai kecil) menyebar disebelah
kanan.
Ć Menjulur
kekiri
Jika
data mengumpul dnilai-nlai yang besar (disebelah kanan) dan sisanya (data
dengan nilai-nilaikecil) menyebar disebelah kiri
Beberapa alat
yang digunakan untuk mendeteksi bentuk distribusi :
Ć Histrogram
dan poligon Ć
distribusi frekuensi
Ć Diagram
daun-daun
Ć Diagram
kotak garis
Distribusi
Frekuensi
Metode
statistik untuk menyusun data dengan cara membagi nilai-nilai observasi data
kedalam kelas-kelas dengan interval tertentu.
Contoh I : Besarnya modal yang dimiliki 100
perusahaan didaerah A.
Subyek : Perusahaan didaerah A
Jumlah : 100 Perusahaan
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan
:
Ć Untuk
mendapatkan gambaran dan kesimpulan tentang data tersebut,dapat dibuat tabel
frekuensi atau distribusi frekuensi.
Ć Tabel
frekuensi atau distribusi frekuensi berarti mendistribusikan data kedalam
beberapa kelas atau kategori, kemudian menentukan banyaknya individu
yangtermasuk kelas tertentu , yang disebut frekuensi kelas
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Istilah-istilah
:
Ć 30-39 Ć
disebut kelas Interval
Ć 30 Ć
disebut nilai batas kelas bawah
Ć 39 Ć
disebut nilai batas kelas atas
Ć 29,5 Ć
disebut nilai limit kelas bawah
Ć 39,5 Ć
disebut nilai limit kelas atas
Ć C Ć
limit kelas atas – limit kelas bawah
.................
disebut panjang kelas
Ć Xi Ć
(batas kelas bawah + batas kelas atas ) /2
.................
disebut nilai tengah
Ketentuan umum
pembentukan distribusi frekuensi
1) Tentukan
range dari bilangan terbesar dan terkecil
dalam data mentah dan cari rentangnya (selisih antara bilangan terbesar
dan terkecil)
2) Bagi
rentang dalam sejumlah tertentu kelas Interval yang mempunyai ukuran sama .
Pada
umumnya : Perkiraan panjang kelas= rentang dibagi dengan banyaknya kelas Interval.
Banykanya
kelas Interval (k) sebaiknya antara 5 sampai 20 (tidak ada aturan umum yang
menentukan jumlah kelas)
Kretium
Sturges digunakan untuk menentukan banyaknya kelas Interval, yaitu K= 1+3,322
log n
Dimana
k = banyaknya kelas Interval
n = banyaknya observasi
3) Jika
langkah 2 tidak mungkin (tidak dapat bagi dalam sejumlah kelas yang mempunyai
ukuran sama), maka gunakan selang kelas yang ukuranya berbeda atau selang kelas
terbuka.
C
=
4) Tentukan
banyaknya pengamatan yang jatuh kedalam tiap selang kelas, yaitu menentukan
frekuensi kelas.
Contoh 2
Diketahui data
berikut, mengenai besarnya pengeluaran tahunan yang dihabiskan untuk
mengiklankan produk –produk sejenis beberapa perusahaan iklan yang sedang
diteliti dalam satuan rupiah.
Untuk
membuat tabel distribusi frekuensi, dapat kita ikuti pedoman di atas sebagai
berikut.
Langkah 1: (Menghitung range)
Data terbesar adalah Xmax = 307 dan
data terkecil adalah Xmin = 242 sehingga R =
307 – 242 = 65
Langkah 2: (Menentukan
banyaknya kelas interval)
Banyaknya data adalah n = 40. Seandainya
digunakan aturan Sturgess, banyaknya kelas adalah k = 1 + 3,3 log 40 ≈ 6,287.
Banyaknya kelas harus merupakan bilangan bulat, sehingga kita bulatkan
banyaknya kelas menjadi 7 (pembulatan ke atas).
Langkah 3: (Menentukan lebar kelas interval)
Dengan menggunakan R = 65 dan k = 7 yang
telah diperoleh pada langkah-langkah sebelumnya, kita hitung lebar kelas . Tingkat ketelitian lebar kelas ini harus
sama dengan tingkat ketelitian data semula, dan pembulatannya ke atas. Karena
data semua merupakan bilangan bulat, lebar kelas pun harus bilangan bulat,
sehingga kita tetapkan c = 10.
Hitrogram
dan Poligon Frekuensi
Adalah dua gambaran secara grafik dari distribusi
frekuensi.
Hitrogram terdiri dari himpunan siku empat yang mempunyai
:
Ć
Alas pada
sumbu mendatar dengan pusat pada nilai tengah dan panjang dengan ukuran selang
kelas (panjang kelas)
Ć
Luas
sebanding terhadap frekuensi kelas.
Poligon frekuensi adalah grefik dari frekuensi kelas
yang dapat diperoleh dengan cara menghubungkan titik tengah dari puncak siku
empat dalam hitrogram.
Diagram
batang daun (Steam and leaf diagram)
Diagram batang daun (steam and leaf diagram menyajikan
penyebaran dari suatu data sehingga secara keseluruhan data individu-individu
dapat terlihat apakah ada kecenderungan data tersebut menyebar atau memusat
pada suatu nilai tertentu, atau nilai manakah yang paling sering muncul dan
yang jarang muncul.
Data kuantitatif (terbentuk angka) akan disajikan
dengan menggunakan diagram batang daun serta ditata menjadi dua bagian.
DAngka pertama ditempatkan pada bagian diagram yang
disebut batang, dan angka kedua dan seterusnya (kalau ada) ditempatkan pada
bagian yang disebut daun
Data yang merupakan suatu bilangan, misalnya 95, akan
dipisahkan sebagai 9 dan 5 angka, sedangkan 256 akan dipisahkan sebagai 2 dan
56 atau 25 dan 6.Untuk lebih memahami diagram batang daun.
CONTOH
Nilai
umum ulangan fisika dari 36 siswa
|
44
|
56
|
63
|
65
|
61
|
70
|
74
|
71
|
76
|
71
|
72
|
73
|
|
75
|
76
|
84
|
83
|
84
|
85
|
85
|
89
|
94
|
91
|
95
|
97
|
|
47
|
59
|
66
|
68
|
64
|
71
|
75
|
73
|
79
|
71
|
73
|
76
|
Sebaran niali diagram batang dan daun
|
Batang
|
Daun
|
|
4
|
4 7
|
|
5
|
5 9
|
|
6
|
1 3
4 5 6 8
|
|
7
|
0 1
1 1 1
2 3 3
3 4 5
5 6 6
6 9
|
|
8
|
3 4
4 5 5 9
|
|
9
|
1 4
5 7
|
Contoh sebaran untuk dua tes
|
Tes Kedua
|
|
Tes Pertama
|
|
6
|
4
|
4 7
|
|
4 3 2 2
|
5
|
6 9
|
|
9 7 6
6 3 3 3 1
|
6
|
1 3
4 5 6 8
|
|
9 9
6 6 5 5 2
1 0
|
7
|
0 1
1 1 1
2 3 3
3 4 5
5 6 6
6 9
|
|
9 5 4
4 2 2 1 0
|
8
|
3 4
4 5 5 9
|
|
9 9 9
9 8 2
|
9
|
1 4
5 7
|
Jika diagram batang daun ini diperhatikan, maka tampak
bahwa tes kedua lebih baik dari tes pertama. Hal ini tampak dari nilai tes
kedua lebih mengumpul ditengah, serta ada peningkatan pada siswa yang
memperoleh nilai diatas 80.
Diagram
Kotak Garis
Diagram kotak garis merupakan diagram yang menyajikan
nilai kuartil bawah, median kuartil atas, nilai maksimum, dan panjang (range)
dari suatu data.
Diagram kotak garis berbentuk persegi panjang yang
memiliki dengan menempel pada dua sisi yang berhadapan pada persegi panjang
Kedua ekor tersebut bias berbeda panjangnya, namun
jika panjang sama maka diagram itu dikatakan simetris.
Sebaliknya ika kedua ekor itu berbeda panjangnya, itu
berarti dari condong kesatu arah
Biasanya ujung ekor kanan menyatakan nilai terbesar
dan ujung ekor menyatakan nilai terkecil dalam data
Berdasarkan
informasi pada langkah kedua, diagram kotak garis dari data berat badan di atas
akan terlihat seperti gambar di bawah ini.
Dengan memperhatikan diagram kotak garis dengan beberapa informasi yang
dapat diperoleh adalah sebagai berikut
Berat terbesar (75) lebih jauh ke Q3 (64) daripada berat
terkecil (40) ke Q1 (48,5), artinya sebaran cenderung ke kanan
Dua puluh lima persen data terletak diantara berat terkecil (40) dengan
Q1 (48,5), dan 25% data
terletak diantara Q3 (64) dengan berat maksimum (75)
Kotak memuat 50% data, namun data antara Q3 dengan Q2
lebih menyebar dibandingkan dengan anatara Q2 dengan Q3
Oke sekian Post kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua :)






Komentar
Posting Komentar